Home » » Aku dan Tante Mina

Aku dan Tante Mina


Namaku John. Ini pertama kalinya aku nulis cerita di 17Tahun.com. Umur aku sekarang 23 tahun. Sekarang kuliah disalah satu universitas swasta di surabaya. Tinggi aku 175 cm berat 60 kg. Aku termasuk cowok yang mudah terangsang, tiap kali melihat cewek dengan dada besar, kontolku langsung berontak.. Aku sering melekukan onani paling tidak 1 kali sehari.. Kejadian ini terjadi ketika aku masih duduk di kelas 2 SMU.

Waktu itu bulan Juli, lagi liburan sekolah. Waktu itu ortu dan adik perempuanku jalan-jalan ke jakarta, jadi rumahku tinggal aku sendiri akhirnya aku dititipkan dirumah tanteku (adik Mamaku). Mina, nama tanteku. Kalau nggak salah umur tanteku waktu itu 28, tanteku belum punya anak walaupun sudah kawin 1 tahun lebih. Jadi ketika aku ke sana dia senang sekali. Om-ku seorang pegawai swasta di Surabaya, tapi sering keluar kota untuk kerja proyek di sana.


“John, tolong jaga rumah dan tantemu ya, tantemu lagi sakit. Om besok ke jakarta, ada proyek penting yang harus dikerjakan”kata om-ku.
“Ya, om. Beres, tapi mana duitnya, hehe”Terus aku dikasih 100 ribu sama om-ku.


Keesokan harinya..

“John, ingat ya pesan om”.

Pesan om-ku dan akhirnya dia berangkat menuju Jakarta. Sorenya aku nonton TV dengan tanteku. Waktu itu tanteku pake piyama yang tipis. Dada tanteku kutaksir 34B, jadi lumayan besar..


“Tante kan lagi sakit, kenapa nggak istirahat saja? Biar cepat sembuh”.
“Nggak apa-apa. Kalau di kamar terus juga sama aja. Mendingan nonton TV bareng kamu disini”


Hehe, aku lihati terus tubuh tanteku yang sexy itu.. Dan pikiranku mulai ngeras, begitu juga adikku, sudah mulai bangun.. Aku langsung membayangkan kalau lagi bersetubuh dengan tanteku itu.. Tiba-tiba..


“Oi, lagi mikirin apa John, sampai bengong kayak gitu. Lagi lihat TV kok lihat-lihat tante terus”.
“Habis tante cantik banget, terus sexy lagi, hehe”
“Bisa aja kamu. Nakal ya.”
“benar kok. Tante memang cantik.”Terus kami nonton TV lagi..
“Eh, sudah jam 7 lho, ayo makan malam. Sudah dibeliin ayam goreng. Tadi pesan di warung”
“Ayo tante..”aduh pikirku.. Padahal sedikit lagi..


Akhirnya kami makan malam bersaman.. Aku melihat tubuh tanteku terus.. Tidak konsentrasi untuk makan..


“Ayo, John. Dimakan ayamnya. Kok bengong. Minta disuapin ya?”
“Ah nggak tante bisa sendiri kok. Tapi kalau disuapin sih mau aja”
“Ayo cepat makan, dasar nakal”
“Atau tante mau disuapin sama John, tante kan lagi sakit”
“Ayo makan, jangan ngomong terus!” tanteku sepertinya marah..


Malamnya sekitar pukul 22.00.. Dari kamar tante terdengar suara panggilan.


“John. John.. Kesini sebentar”
“Ya tante, sebantar ya aku lagi telepon”
“Cepatan, John.” habis telepon aku langsung menuju kamar tante.
“Tante, aku masuk ya?”
“Ya, pintunya tidak dikunci kok, masuk aja”


Aku langsung masuk kekamar tante. Kamrnya harum, bau parfum..


“Kamarnya harum tante. Pake apa?”
“Sini John. Dekat kesini.”
“Tante. Ada apa? Tante sakit lagi ya?”
“Ya John. Kepela tante rasanya seperti mau pecah..”
“Saya ambilin obat ya tante? Tante nggak apa-apa kan? Atau mau ke dokter?”.
“Nggak perlu John. Kamu kesini John”.


Aku lalu mendekat ke tubuh tante yang berbaring di ranjang.


“Sini” Tante lalu memegang tanganku dan di taruhnya di kepalanya.
“Tolong John, urut kepalaku ya. Biar sakitnya berkurang..” kata tante dengan suara yang menggoda..


Dan tentu saja langsung kupenuhi permintaannya.. Pikiranku mulai berpikiran lagi untuk bersetubuh dengan tanteku. Aku duduk diranjang di bagian atas kepala tanteku dan mengurut kepalanya. Aku bisa melihat dada tanteku yang menyembul karena saat itu dia memakai piyama warna putih yang tipis..

Sambil mengurut kepalanya aku juga mengelus-elus rambut tanteku. Mataku tertuju ke dadanya yang sepertinya mulai mengeras karena terlihat puting susunya dari luar. Sepertinya tanteku tidak memakai BH.. Pikiranku sepertinya tidak bisa diajak berkompromi lagi..


“Tante, tante cantik banget”.
“John tolong pijat kaki tante juga ya. Kok rasanya pegal”
“Ya tante” dan langsung kupijat betis tanteku..
“Kulit tante putih dan mulus ya” kataku.
“Hehe, ayo pijat terus John. Ayo lebih ke atas lagi, pijat paha tante.”


Kupijat paha tante yang mulus dan putih itu. Mata tanteku terpejam, sepertinya kepalanya sudah tidak sakit lagi. Pikiran kotor ku muncul lagi. Ingin rasanya menikmati tubuh tanteku ini. Pijatan yang tadinya kulakukan sekarang berubah menjadi elusan pada paha tanteku.. Dan sepertinya tanteku sangat menikmati karena tanteku diam saja.


“Tante, gimana rasanya sekarang. Sudah baikan?”
“Terusin. Jangan hentikan pijatanmu.. Ayo John..”



Aku tahu tanteku pasti juga sudah mulai terangsang dilihat dari bahasa tubuhnya.. Aku tidak lagi memijat tapi kuelus terus pahanya.. Dan pelan-pelan kunaikkan tanganku dan kuselipkan ke celana tanteku.. Tidak ada reaksi sama sekali dari tanteku.
Inilah saatnya aku melakukannya.. pikirku dalam hati.. Kuelus-elus dengan lembut tubuh tanteku itu. Dan akhirnya kuberanikan diri untuk menyentuh celana dalam tenteku.. Dan ternyata celana dalamnya sudah basah.. Langsung saja kuelus vagina tanteku yang masih ditutupi CD itu.


“Ehmm, John, ayo teruskan..”

Aku coba untuk menyelipkan jariku ke dalam CD tanteku.. Dan kugesekkan jariku disana..


“Enakk John, ayo terus,”
“Tante, saya buka celana tante ya, biar lebih asyik..”
“Terserah kamu John, ayo cepat..”


Langsung saja kubuka celana tante.. Dan sekarang aku elus perut tante..

“Ya John, ouh..”

Kuremas dada tante yang masih memakai baju piyama..

“John, buka saja bajuku. Ayo lakukan sesukamu..”

Dan kubuka baju tante.. Dan langsung menyembullah 2 bukit indah yang belum pernah kulihat.. Kuremas payudara tante dengan kedua tanganku..

“Ouhh, enak John, teruskan..” desah tanteku..

Kuremas-remas terus dada tante yang putih halus itu..

“Ayo John lakukan sesukamu dengan dadaku.. Hisap John. Hisap susu tante..”

Kuturunkan wajahku ke dada tante dan kuhisap susu kirinya.. Dada yang kanannya kuremas terus.. Kugigit halus puting susunya..

“Ouhh,” teriak tanteku, “Enak John, ayo hisap yang dalam”

Kuhisap susu tante sampai keluar cairan susunya..

“Susu tante enak. Aku suka susu tante..”

Kedua susu tante kuhisap dan kuremas-remas.. Kubuka seluruh pakaianku hingga kontolku keluar..

“Ohh.. Kontolmu gede John.. punya om-mu aja kalah. Diapain kontolmu”.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Jangan lupa komennya ya demi membangun blog ini agar menjadi lebih baik dari sekarang saran anda sangat berarti untuk perkembangan blog ini :)

 
Copyright © 2011. Indonesian Toshokan - All Rights Reserved