Home » » Awas !!! Rodeo Seks Bisa Buat Cedera

Awas !!! Rodeo Seks Bisa Buat Cedera


Cedera saat berhubungan seks bukanlah hal yang aneh, terutama jika gaya bercintanya memang aneh. Gaya bercinta seperti koboi menjinakkan kuda liar atau disebut juga rodeo-sex, termasuk gaya aneh yang paling rentan bikin patah kemaluan.

Gaya bercinta ala rodeo biasanya dilakukan dengan posisi perempuan di atas (woman on top), bergaya seperti koboi yang berjingkrak-jingkrak di atas tubuh lelaki sebagai kudanya. Bagi perempuan gaya ini relatif aman, namun bagi lelaki sangat membahayakan kemaluan.

Risiko cedera yang dihadapi oleh laki-laki saat melakukan gaya ini adalah ketika kemaluannya berbenturan dengan obyek yang tidak elastis pada tubuh perempuan. Obyek tersebut umumnya adalah tulang panggul, yang bisa membuat kemaluan terjepit lalu patah.

"Kemaluan laki-laki terjepit lalu patah paling sering terjadi saat melakukan posisi rodeo-sex," kata Billy Goldberg, PhD, seorang profesor di bidang kegawatdaruratan dari Indiana University seperti dikutip dari Menshealth.com.

Namun menurut Prof Goldberg, risiko cedera seperti ini bisa dikurangi dengan cara mengimbangi gerakan perempuan yang menjadi koboi. Agar kemaluan tidak terjepit oleh tulang panggul, usahakan agar jarak bebas ketika koboi mengangkat tubuhnya tidak lebih dari 3-5 cm.

Gerakan lain yang perlu diimbangi adalah saat koboi memiringkan tubuhnya. Jika tubuh pasangan perempuan mulai miring ke arah yang berlawanan dengan arah ereksi, jangan diam saja tetapi ikuti gerakannya agar kemaluan tidak ikut tertarik lalu patah.

Selain itu, pemanasan sebelum bercinta juga perlu dilakukan jika memang pasangan tersebut punya riwayat sering cedera otot. Daripada salah urat ketika melakukan gaya-gaya ekstrem, lebih baik otot-otot dilemaskan dulu agar tidak kaget saat dipaksa bekerja keras.
Share this article :

0 comments:

Poskan Komentar

Jangan lupa komennya ya demi membangun blog ini agar menjadi lebih baik dari sekarang saran anda sangat berarti untuk perkembangan blog ini :)

 
Copyright © 2011. Indonesian Toshokan - All Rights Reserved